Anda mungkin memasuki halaman ini karena Anda sedang mencari jawaban. Barangkali Anda sedang mengalami masalah keluarga yang begitu berat. Mungkin orang tua yang sering bertengkar dan terjadi kekerasan serta pelecehan. Atau hubungan pernikahan dan rumah tangga Anda sedang menuju kehancuran karena hadirnya pihak ke tiga. Dan karena masalah keluarga itu yang mungkin membuat Anda mencari pelarian ke hal-hal lain yang akhirnya menjerumuskan Anda ke dalam masalah yang semakin berat. Apapun itu situasinya, kami di sini dengan senang hati ingin membantu Anda untuk menemukan jawaban.

Seperti diceritakan dalam video ini, Tessa Kaunang, putri musisi Arthur Kaunang, pernah mengalami masalah keluarga yang sangat tidak menyenangkan. Orang tuanya sering bertengkar begitu hebat dan ayahnya berselingkuh dengan wanita lain selama 29 tahun. Suasana keluarga yang tidak bahagia membuat Tessa terjerumus dalam kehidupan free sex demi menemukan kebahagiaan bersama pacarnya. Adiknya juga mencoba mencari kebahagiaan melalui obat-obat terlarang. Lalu bagaimanakah dengan ibu Tessa? Pelarian seperti apakah yang dia cari demi melampiaskan kekecewaan terhadap suami yang sudah menyakitinya baik secara fisik maupun batin selama bertahun-tahun? Sangat diluar dugaan kita kalau mamanya memilih untuk tetap mempertahankan perkawinannya walaupun dia punya alasan untuk meninggalkan suaminya.
Memang tidak mudah untuk menghadapi masalah seperti ini. Kita pasrah kepada Tuhan. Pasrah artinya kita menyerahkan ke tangan Tuhan orang yang kita kasihi agar bisa mengalami perubahan dalam sikap dan tindakannya, sementara kita tetap mempunyai tanggung jawab untuk terlibat bersama Tuhan dalam menyelesaikan masalahnya. Mungkin diri kita sendiri perlu untuk berubah terlebih dahulu dalam sikap dan tindakan. Kita memperlihatkan kasih yang tulus dengan keiginan untuk memperbaiki hubungan walaupun kadang tidak selalu hasil akhirnya sesuai dengan yang kita inginkan. Tetapi sangat penting jika kita mau memulainya dengan niat yang baik.
Dan seringkali yang menjadi masalah adalah kita lebih mudah lari dari masalah dan menyerah kalah daripada menyelesaikan dan memenangkan masalahnya. Kita lebih mudah untuk saling menyakiti dan mendendam daripada untuk tetap saling mengasihi yang dapat memperbaiki dan membina kembali hubungan yang rusak.
Untuk menang dari masalah dibutuhkan pengorbanan yang besar dan kerelaan untuk berkorban. Rela berkorban artinya siap untuk mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan tetapi dengan kasih membuat Anda kuat dan bisa bertahan. Kasih mengobati hati yang terluka. Kasih menyegarkan hati yang kering. Kasih memaafkan dan membebaskan orang dari kesalahannya. Kasih membuat hidup menjadi berarti.
Jika Anda ingin kasih itu dapat mengubah hidup Anda dan ingin mengasihi orang terdekat ataupun orang lain dengan kasih yang benar, kami ingin mengajak Anda belajar dari pribadi yang penuh kasih. Kasih Allah yang dapat mengubah hidup Anda dan memberi harapan baru. (Silahkan melihat video berikut ini).

Ada banyak kebingungan tentang seperti apakah Tuhan itu dan apa yang Dia inginkan dari kita, tetapi suatu hal yang pasti yaitu Tuhan itu penuh kasih dan Dia ingin kamu mengalami kasih-Nya. Tetapi kasih adalah hal yang unik. Kasih sering diartikan sebagai cinta sejati. Tetapi cinta sejati itu sulit ditemukan, atau mungkin itu hanya sebuah imajinasi. Kita sering mengatakan "cinta" atau mencari cinta sejati tanpa tau apa cinta itu yang sebenarnya.

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan adalah kasih, dan karena Tuhan sangat mengasihi kita, Dia mengirimkan anak-Nya, Yesus Kristus untuk mati bagi kita. Tapi kenapa Tuhan melakukan itu? Apakah kita memerlukan pengorbanan itu? Kita tidak bisa menyangkal bahwa dunia yang kita tinggali ini tidak sempurna. Kenyataannya, dunia ini penuh kebencian dan kekerasan. Kita mengambil keuntungan satu sama lain, menyakiti orang yang kita cintai dan kita merasa bersalah melakukan perbuatan yang kita tahu itu salah. Kalau kita mau jujur, kita bukanlah orang yang layak dikasihi. Sebenarnya kita harus dihukum karena dosa kita. Kabar baik-nya adalah ketika kita seharusnya dihukum, Tuhan mengirim anak-Nya, Yesus, yang tidak berdosa, dibunuh melalui penyaliban lalu bangkit dari kematian. Dengan melakukan ini, Yesus menerima hukuman yang seharusnya kita terima. Kalau kita memilih untuk percaya pada-Nya, Dia sudah mengambil alih dosa kita dan kita dibebaskan dari hukuman atas dosa-dosa kita. Inilah kasih yang sesungguhnya.

Setelah mendengar kalau kamu butuh kasih Tuhan yang tanpa syarat, apakah kamu mau percaya pada Yesus hari ini?